Oleh: sunarto | Februari 15, 2008

Iuran Client Jardiknas, Idealnya Berapa ?

Meminjam pepatah jawa ” Jer Basuki mawa bea ” atau dapat diterjemahkan bahwa segala tindakan/kegiatan pasti memerlukan biaya, kami membutuhkan saran/masukan dari rekan2 jardiknas, berapakah ‘tarif’ ideal yang diperkenankan bagi client jardiknas untuk kelangsungan pemeliharaannya Sebagai gambaran, kami di banyumas ada sekitar 90 titik client dan repeater. Dari pemasangan hingga sampai 1 tahun berjalan sampai hari ini belum ada iuran anggota. Terlebih lagi kami tim teknis harus membiayai sendiri
dari pemasangan dan maintenance hingga saat ini. Kondisi ini sangat memberatkan kami, tapi client menginginkan ‘show must go on’
1. Ngeri sekali ketika saya sampai diatas tower 40 meter melihat kawat spaner karatan (merinding mode ON ), sementara yg manjat tanpa ongkos dan tidak ada asuransi :d        2. Ketika kami membutuhkan bantuan tenaga lebih, paling tidak kami harus keluar biaya ekstra untuk bensin dan konsumsi.
3. Sudah berulangkali saya pribadi meminta diknas maupun ICT agar dgn ‘kekuasaan’nya segera mengambil langkah konkrit untuk segera membenahi keadaan ini,tapi sampai saat ini masih adem ayem. Apa mereka sibuk? Saya rasa tidak juga. Jam 14.00 kantor juga sdh kosong. Atau karena ngurusi jardiknas tidak ada untungnya ? mungkin jawaban terakhir yg benar.
4. Atau jardiknas banyumas ditutup saja ??


Responses

  1. lihatlah air yang masih tersisa, dari pada mengharapkan air yang tidak ada.
    sebaiknya memang ya ditutup saja, biar para bos bisa tidur nyenyak. atau diswastakan saja dengan profesional sehingga alat2 yang terpasang tidak jadi besi karatan.

  2. saya setuju terhadap hal tersebut, memang harus ada iuran tipa bulan.
    saya yakin kalau iuran itu diimbangi dengan profesionalisme klien tidak akan keberatan, bahkan klien baru barangkali juga bertambah.
    bandwith ditambah klien diperlebar tidak hanya buwat sekolah tapi juga buat para gurunya, dengan catatan tidak bwat bisnis.
    yang bwt bayar abonemen internet unlimited kan bisa bwt biaya perawatan sama nggedhein bandwith, dengan catatan sekali lagi itu dikelola secara profesional dan penuh tanggung jawab.
    —————
    @Djohan
    Benar Pak, mestinya ini nggak mandeg sekian lama, Yang ada, client lebih banyak yang wait n see bahkan cenderung masa bodoh bagi yg kebetulan punya koneksi ISP lain, yang kasihan sekolah2 dipinggiran yg hanya mengandalkan jardiknas

  3. Walaupun sy ga jd client jardiknas tp sy berharap agar jardiknas bs eksis lg & dikelola scr professional. Awalnya sy kpngen jd client jardiknas unt pembeljran di sklh, ttp stlah tanya sklah yg jdi client ternyata knksinya krg bgs dan jg maintenancenya jg krg. Sbtlnya kl sy lihat prmaslhan yg utama adlah mslah pendanaan & kekurangpedulian diknas terhadap hal ini. Stlah “mega” proyeknya p eko slsai scra infrastruktur ternyata ga ada follow up yg bgs. Mestinya hal ini bs ditindaklanjuti dengan pertemuan client jardiknas dan sklah2 didata sp yg mau jd client. Kl mmg hrs ada dana ya dana itu ditanggung bersama. Kl speednya bs lbh knceng drpd speedy yg unlimited kan dana yg bwt langg speedy bs bwt iuran jardiknas, dengan catatan dikelola scr professional. skali lg jngan ditutup eman2 apa yg sdh dibangun dengan ssh pyh tp blm smpt dinikmati scra baik.
    ——————-
    @Djohan
    Makasih atas sarannya,saya juga salah satu korban jardiknas (uang, tenaga, waktu dan perasaan😦 ), cuman gak tahu lagi, siapa yg masih peduli dgn kondisi jardiknas bms sekarang ini. Kesalahan terbesar adalah karena tidak ada ‘pengawasan’ thd pelaksanaan dilapangan sejak awal

  4. wis bubarna bae bubar.
    *provokator*
    —————-
    @qnewt,
    usul sampeyan saya pertimbangken ..( provokator mode OFf – ben adem)

  5. Ya kl bs jangan bubar, mas narto ya jangan mutung, insya allah apa yang sdh dilakukan ngga’ akan sia”. Tidak semua hal itu dinilai secara materi. Sy berharap jardiknas akan hidup kembali, dan yang peduli terhadap jardiknas sy kira jg masih banyak yang peduli. Kl mmg panjenengan ada akses di disdik dicoba untuk bs menghidupkan kembali jardiknas terutama ke daerah yang blm terjangkau dengan internet. Mudah-mudahan ada orang dinas yang peduli thd perkemb IT.

  6. Bener niih jardiknas Banyumas mau dihidupin lagi,. moga aja buka sekedar khayalan, terutama buat kami sekolah kecil, jardiknas bener – bener bermanfaat sekali, lhaa wong mau koneksi internet sendiri mahalnya kan baik, terus kalau iuran dulu kan dah pernah dibahas katanya Rp. 100.000/bulan setiap client, aku setuju sekali, terus perjuangkan mas jardiknas banyumas moga tetep jaya, Bravo Jardiknas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: