Oleh: sunarto | Maret 2, 2008

Pembenahan Client Jardiknas

Petir Oh Petir …Petir yang acap kali datang membuat kami khawatir. Ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan. Beberapa repeater terkena imbasnya. Salah satu repeater yang mati berada di SMAN Banyumas. Repeater yang lain, SMK Maarif Rawalo juga ikut-ikutan ‘mengheningkan cipta’. Saya putuskan untuk lebih dahulu menengok ke Rawalo, karena sebagai ringroad jardiknas Banyumas. Ada sekitar 11 sekolah yang bergantung kepada repeater tersebut.Yah, untung saja yang mati cuma switch-nya. Setelah di replace – koneksi bisa running lagi. Perjalanan saya lanjutkan ke SMAN Jatilawang. Prakiraan saya sebelumnya, tidak nyambung karena power supply OFF. Iyah benar lagi (bukannya bermaksud ngeramal😀 ). Banyak kasus client nggak aktif karena faktor ini. Tidak ada yang ngopeni di masing2 client. Maksudnya hanya beberapa admin saja dari sekian puluh sekolah yang support terhadap perangkat jardiknas ini. Gambaran ini saya rasa nggak jauh beda dengan perangkat IT lain. Setelah perangkat terbeli, ada error sedikit, masukkan ke gudang (kemudian lari … membuat proposal pengadaan barang yang baru). Bukannya bermaksud merendahkan kemampuan mereka. Saya yakin seribu kali, mereka2 mampu untuk mengatasi hal ini.

Sekolah lain SMK Karya Teknologi, SMA Karya Bakti dan SMK Wijayakusuma, telah saya sambungkan juga ke jardiknas. Mohon maaf untuk client jardiknas wilayah Wangon, saya belum sempat waktunya.
Beberapa Repeater / Client yang perlu segera dibenahi :

Repeater di SMKN 2 Purwokerto, SMAN AJibarang, SMK Maarif Ajibarang dan SMPN 1 Wangon

Ada rekan2 mahasiswa jardiknas Banyumas mau menawarkan diri untuk membantu?


Responses

  1. wah mas, clent jardiknas smp4pwt juga ko lho, apalagi tilp. voipnya? kapan ya alat2 itu dapat bermaanfaat lebih besar lagi untuk kegiatan dinas dan pembelajaran? mimpi deh?
    kurang tenaga?
    kurang bbm? kali
    selamat buat yang sudah memperoleh manfaat

  2. Mas, investasi untuk jardiknas di kab. banyumas mbok tidak sedikit. Eman=-eman kalau tidak dimangfaatkan secara optimal. Masa repeater yang dibanyumas kena petir aja tidak diperbaiki meh setahun. Lha kalau kendala dana kan bisa dirembug kalau perlu di kenai “charge” tiap bulan buat perawatan. Kalau yang dikota sekarang bisa ndobeli pakai speedy lha kalau yang di desa boro-boro line telp aja ga ada. Saya termasuk yang berharap agar jardiknas di banyumas bag selatan bisa on lagi dan saya termasuk yang tidak keberatan kalau untuk yang terbaik harus ada “charge” untuk itu. Orang jawa bilang jer basuki mawa bea. Jaman sekarang ga ada yang gratisan untuk dapat yang terbaik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: