Oleh: sunarto | September 14, 2009

Mengusung spirit open source, harus dari mana?

” Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009. “

screenshoot_pclinuxos

Geliat spirit open source dewasa ini sepertinya masih adem ayem. Penggiatnya biasanya berasal dari kelompok itu-itu saja. Penggunanya pun tampaknya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Sekolah sebagai ujung tombak pendidikan juga tidak banyak berperan dalam mengenalkan dunia open source kepada peserta didik. Penulis beberapa kali mencoba menengok ’isi’ dari laboratorium komputer pada sebuah sekolah. Personal komputernya rata-rata menggunakan sistem operasi yang mestinya ’berbayar’, tetapi faktanya menjadi ’illegal propietary’. Sekolah dan guru tidak peduli lagi (atau tidak sadar?) bahwa selama ini mereka mengajarkan sesuatu dengan menghalalkan yang ’haram’ untuk digunakan. Saya perkirakan lebih dari 80% dari mereka, menggunakan sistem operasi bajakan. Lalu kesalahannya dimana?

IGOS yang dicanangkan menkominfo sejak 2004 lalu nampaknya tidak cukup ampuh untuk menyadarkan pemakai di institusi yang berlabel ’negeri’. Silakan tengok sendiri pada departemen pemerintah, perguruan tinggi dan sekolah yang berlabel sama ;

Sistem operasi apa yang mereka gunakan?
– Legalkah?
– Kalaupun ada yang menggunakan open source berapa prosentasenya?
– Kenapa tidak menggunakan sistem operasi yang gratis sehingga kita tidak perlu membuang uang ke luar negeri?
– Masalahnya dimana?

Ada beberapa alasan, umumnya mereka menganggap tidak familiar, susah dan malas untuk mempelajari sesuatu yang baru. Ironisnya jawaban ini muncul dari seorang guru sebagai pendidik.  Koq bisa ? Apakah jika sudah menjadi guru tidak perlu belajar lagi?

”Iyah, saya bingung, ini pakai aplikasi apa jika di linux? Kalau yang ini pakai apa juga?” keluhnya. Jika sama-sama kita cermati hampir semua aplikasi yang ada di sistem operasi Windows dapat kita ’replace’dengan aplikasi yang ada di Linux sebagai salah satu pengusung open source ;

– Open Office pengganti MS Office
– GIMP sebagai pengganti Photoshop/CorelDraw
– Openflash menggantikan Adobe flash
– Bluefish menggantikan Dreamweaver, dan lainnya

Apalagi untuk aplikasi yang relatife kecil seperti pemutar CD, FTP, remote dan sejenisnya begitu banyak ragam disediakan para pengembang.

Untuk dapat melihat perkembangan system operasi Linux, cobalah kunjungi http://distrowatch.com kebanyakan dari pengembang menyediakannya (image source nya) secara gratis. Dan kalaupun ada yang berbayar itu untuk kebutuhan support onlinenya. Yang cukup membanggakan, BlankON sebagai produk lokal pun ikut mewarnai distro 100 besar yang paling banyak dikunjungi (hit per day) sejak awal 2009 ini.

Peran Linux sebagai sistem operasi yang open source yang pada awalnya lebih banyak digunakan disisi server, namun belakangan berkembang juga penggunaannya pada desktop. Beberapa distro bahkan menyiapkan opsi bagi pengguna ketika hendak menginstalasinya, lebih kepada fungsi server atau desktop, ini bisa kita kustomisasi. Ada ratusan distro yang dapat didownload. Jika kita ragu untuk menginstalnya ke komputer, tak perlu khawatir, banyak tersedia Live CD, sehingga kita tak perlu takut akan hilangnya data yang ada di komputer.

Penulis sendiri telah mengimplementasikan sistem operasi pada router menggunakan ClarkConnect.  manualnya pernah saya posting di ilmukomputer. Hebatnya sistem operasi yang gratis ini mengusung feature yang tak kalah dengan router branded yang berharga ratusan dollar.

router

ClarkConnect adalah salah satu distribusi linux seperti halnya Ubuntu, Open Suse, Redhat, Mandriva, PClinuxOS, BlankON dan lainnya. ClarkConnect didesain sebagai software gateway/server yang diperuntukan bagi perusahaan maupun organisasi kecil dan menengah. ClarkConnect diciptakan secara terintegrasi dan disertai feature-feature yang memadai. Feature-feature yang diusung diantaranya antivirus, antispam, content filtering, bandwidth management serta Virtual Private Network (VPN).”

Tertarik mencoba? Silakan download manualnya disini

Untuk Desktop ada beberapa yang pernah saya coba. Saat ini menggunakan PCLinuxOS. Keluhan utama para pengguna Windows yakni banyaknya virus, tidak dialami pada sistem operasi komputer penulis. Mudah-mudahan menteri terkait dikabinet mendatang lebih memahami dan support terhadap perkembangan open source di tanah air.

Jadi kapan Anda mau beralih ke Linux ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: