Oleh: sunarto | Juni 2, 2010

Workshop TIK Open Source

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Software Opensource (P3SO) Universitas Wijayakusuma Purwokerto akan mengadakan Workshop TIK pengenalan dan penggunaan software open source bagi Guru Teknologi dan Ilmu Komputer [TIK] SMA/SMK/MAN se-Kabupaten Banyumas.
Penggunaan Aplikasi Open-Source Di Kalangan Pendidikan

Di dalam dunia software setidaknya dikenal dua kelompok yang membedakan keduanya, yaitu closed-source (kode tertutup) dan open-source (kode terbuka). Aplikasi closed-source identik dengan software yang tidak gratis alias berbayar sedangkan open-source ada berkat dukungan semua pihak dan boleh digunakan oleh siapa saja dengan bebas tanpa harus membayar lisensi, biasanya dikaitkan dengan Operating System yang juga ada berkat sifatnya yang open-source yaitu Linux.
Bagi mereka yang mempunyai dana terbatas dan merasa ‘alergi’ kalau harus berurusan dengan software bajakan keberadaan software open-source dapat sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan akan aplikasi dalam memanfaatkan sumber daya komputer sepenuhnya. Kalangan korporasi juga mendapatkan manfaat dengan adanya software open-source, dana yang dimiliki perusahaan tidak perlu keluar untuk membeli lisensi yang bisa dikatakan ‘cukup’ mahal meski mereka sanggup membayarnya.
Pertimbangan lainnya adalah karena software open-source lebih dikenal stabil, bug yang ada lebih cepat diperbaiki karena lebih banyak mata yang melihat dan memantau, kemampuannya juga semakin hari semakin bertambah dengan adanya sumbangan dari hasil pemikiran pengembangnya diseluruh dunia dan yang lebih mengagumkan lagi adalah sifatnya yang terbuka. Benar-benar terbuka dan bebas digunakan dan dikembangkan oleh siapa saja.
Di kalangan pendidikan penggunaan aplikasi open-source tampaknya belum setenar aplikasi closed-source yang biasa dipakai untuk proses belajar dan mengajar. Bisa ditebak software tersebut memang tidak gratis alias berbayar, mereka harus ‘membeli’ software tersebut agar bisa mendapatkannya namun yang mendapat keuntungan bukan sang pembuat tetapi pihak lain yang mendapat keuntungan secara ilegal dengan kata lain software yang digunakan untuk proses belajar adalah software bajakan yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga aslinya.
Penggunaan software asli di kalangan pendidikan terutama sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA yang sudah memasukan kurikulum komputer sebagai kurikulum wajib tampaknya memang tidak mudah. Meskipun kurikulum yang diajarkan masih sebatas aplikasi Office (perkantoran) biasanya menggunakan Microsoft Office tetap saja masih terlalu berat. Apa lagi jika kurikulum yang ada menuntut banyak software professional yang harganya ‘sangat’ mahal untuk ukuran kantung kita.
Sebagai contoh kita akan coba masuk kedalam Lab Komputer Multimedia dan ‘melihat-lihat’ isi software dari satu set PC yang digunakan oleh siswa SMK jurusan Multimedia, jurusan baru dibidang IT yang baru saja dibuka tahun ajaran ini. Mulai dari sistem operasinya yang digunakan adalah Microsoft Windows XP Professional, kemudian diikuti aplikasi professional lainnya yaitu Macromedia Dreamweaver MX, Macromedia Flash MX, Adobe Photoshop CS, Adobe After Effect 6.5, Adobe Priemer Pro, CorelDRAW Graphics Suite 12, Ulead Video Studio 7.0 belum lagi Anti Virus komersil untuk melindungi PC yang selalu terhubung ke internet dan lain-lain. Jika dihitung-hitung kalau semua aplikasi tersebut dibeli lewat jalur legal maka biaya yang dikeluarkan cukup untuk membeli sebuah sepeda motor baru secara cash atau tunai. Dan di dalam Lab tidak mungkin hanya ada satu set PC, bisa jadi berjumlah 20 sampai 40 set. Biaya untuk hardwarenya saja sudah mahal.
Dari sini kita dapat melihat sudah seharusnya aplikasi open-source mulai diperkenalkan dan digunakan dalam proses belajar dan mengajar disekolah. Apa lagi dengan diberlakukannya UU HaKI dinegara kita. Menaikan uang SPP sebagai imbas dari pembelian software orisinal tidak akan terlalu memberikan hasil malah akan semakin memberatkan siswa. Lagi pula sekarang banyak korporasi mulai beralih menggunakan software open-source dalam melakukan pekerjaan sehari-harinya sehingga ilmu dari aplikasi open-source yang diajarkan bisa jadi akan sangat bermanfaat saat digunakan untuk bekerja setelah menamatkan sekolah.

TEMA

PERANGKAT LUNAK LEGAL UNTUK PENDIDIKAN
“SOFTWARE OPEN SOURCE”

TUJUAN

1. Menjadikan Open Source sebagai salah satu wadah peningkatan ilmu pengetahuan di bidang ilmu komputer.
2. Memperkenalkan Software Open Source pada dunia penDidikan.
3. Menghadirkan aktivitas positif dalam meningkatkan peran sertaan aspirasi di era globalisasi di bidang pendidikan.

PELAKSANAAN

Hari / Tanggal : Sabtu, 12 Juni 2010
Waktu : Pukul 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Aula Gedung Pudjadi Djaring Bandhayuda Unwiku Purwokerto

PESERTA

a. Syarat Peserta
Peserta adalah Guru Teknologi dan Ilmu Komputer [TIK] SMA/SMK/MAN se-Kabupaten Banyumas. Tiap sekolah boleh mengirimkan Guru lebih dari 1 [satu] orang
b. Kontribusi
Kontribusi peserta sebesar Rp 100.000,00 [seratus ribu rupiah]
c. Fasilitas
• Koneksi Internet dan Hotspot [peserta diperkenankan membawa laptop]
• Seminar Kit
• Sertifikat Nasional
• CD Software Open Source
• Coffe Break
• Makan siang

JADWAL ACARA

Pukul 08.00 – 08.45 WIB : Daftar Ulang Peserta Seminar
Pukul 09.00 – 09.30 WIB : Pembukaan Acara
Pukul 09.30 – 12.00 WIB : Mengenal Software Open Source dari Nol
Keynote Speaker : Reza Ervani (Rumah ilmu Indonesia)
Moderator : Andi Johan Suzana, SE M.Si
Materi :
• Pengenalan Filosofi Open Source
• Pengenalan Lingkungan Kerja dan Aplikasi Ubuntu
• Instalasi Ubuntu 9.10
Pukul 12.00 – 13.00 WIB : Coffe Break [ Istirahat ]
Pukul 13.00 WIB – Selesai : Membangun Konten Pendidikan Berbasis Open Source
Keynote Speaker : Yosep Rusfendi, S.Sos (Komunitas Opensource Madiun)
Moderator : Diah Retnowati, SE,M.Si
Materi :
• Membangun Virtual Host di PC Pribadi
• Instalasi Moodle
• Membangun Bank Soal dengan Moodle
• Mengenal SUPERPEDIA
• Mengintegrasikan Moodle dengan SUPERPEDIA

KETENTUAN UMUM

1. Peserta adalah Guru Teknologi dan Ilmu Komputer [TIK] SMA/SMK/MAN se-Kabupaten Banyumas. Tiap sekolah boleh mengirimkan Guru lebih dari 1 [satu] orang.
2. Kontribusi peserta sebesar Rp 100.000,00 [seratus ribu rupiah]
3. Fasilitas :
• Koneksi Internet dan Hotspot [peserta diharapkan membawa laptop]
• Seminar Kit
• Sertifikat Nasional
• CD Software Open Source
• Coffe Break
4. Pendaftaran :
• Pendaftaran dapat dilakukan via telepon, sms, e-mail, atau datang langsung ke Fakultas Ekonomi Unwiku Purwokerto.
• Daftar Ulang Peserta Seminar Sabtu, 12 Juni 2010 pukul 08.00 – 08.45 WIB
• Contact Person : – Wisnu : 0281 – 7622223 / 08122712488
– Cahyaningtyas Ria Uripi : 08121593434

PENUTUP

Demikian proposal Seminar Perangkat Lunak Legal untuk Pendiikan “Software Open Source” dibuat, kami sangat mengaharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak demi suksesnya acara ini.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Mengetahui,
DEKAN
FE UNWIKU

Drs. Kundaru Hadiyato, MM

Ketua P3SO

Wisnu Wijayato, SE,MM
(Sumber : http://p3so.unwiku.ac.id)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: