Oleh: sunarto | Juni 8, 2012

Ejaz, Kami Merindukanmu..

Ejaz, semoga Allah memberikan tempat yang lapang untukmu

Allah SWT berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “

(QS. Al-Imran:185)

 Seandainya waktu bisa diputar ulang, itu akan aku lakukan agar aku bisa selalu mendekapmu sepanjang waktu. Ejaz, 40 hari sudah kau meninggalkanku, meninggalkan ibu dan kakakmu. Ya Allah kenapa begitu cepat Engkau mengambil anakku, disaat-saat ketika si kecil begitu menyenangkan dan menggemaskan. Masih begitu lekat ingatan ini ketika kau mengajak bermain bola bersama di halaman rumah, ruang tamu bahkan didapur. Tak lekang pula kenangan itu ketika kau selalu mengajak berlarian dijalan. Ya Allah, kami tahu anak adalah titipan, tetapi kenapa begitu cepat Engkau mengambilnya dari keluarga ini?

Saat itu, ketika kau harus terbaring di rumah sakit, perasaan ini jadi tidak menentu. Dokter memvonis terkena parathypus. Rasa campur aduk tidak karuan kenapa setelah seminggu dirawat  panas tubuh tak kunjung turun. Sementara seminggu sebelumnya, dokter anak yang lain memastikan sikecil terkena radang tenggorokan. Kebingungan dan rasa tidak percaya setelah rumah sakit mengharuskan agar si kecil harus dipindah ke ruang ICU. Dokter ICU pun memvonis anak kena radang selaput otak. “Pada kasus ini kemungkinan sembuh sangat kecil, dan kalaupun sembuh banyak kasus serupa yang sudah  terjadi si anak akan mengalami cacat secara psikis dan mental” sahut dokter. Seperti ada petir yang tiba-tiba menyambar. Saya hanya berharap keajaiban Tuhan akan menyertai anak kami.

Minggu, 29 April jam 4 sore, akhirnya Allah SWT memanggil anak kami, barangkali ini sudah menjadi takdir, keluarga harus kehilangan anak ke-2 kami meski kenyataan yang berat ini harus kami alami. Anakku, semoga kau damai dialam sana, amin.

Beberapa hari setelahnya, saya mencoba memberanikan diri untuk mencari tahu apa itu ‘radang selaput otak’, sebuah kalimat yang tidak sanggup saya googling saat anak masih terbaring di ICU. Sangat banyak hasil search engine di internet seputar ‘radang selaput otak’.Ada virus meningitis, encephalitis dan banyak lagi. Pihak rumah sakit memastikan anak kami terserang virus encephalitis, naik ke otak hingga menyebabkan peradangan di selaput otak. Pada kasus seperti ini sangat kecil kemungkinan penderita bisa sembuh, dan kalau pun sembuh biasanya akan mengalami cacat secara permanen, seperti respon tubuh, respon otak akan menjadi lambat atau sebaliknya.

“Radang otak (bahasa Inggris: encephalitis) adalah peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus. Terkadang ensefalitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti meningitis, atau komplikasi dari penyakit lain seperti rabies (disebabkan oleh virus) atau sifilis (disebabkan oleh bakteri). Penyakit parasit dan protozoa seperti toksoplasmosis, malaria, atau primary amoebic meningoencephalitis, juga dapat menyebabkan ensefalitis pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya kurang. Kerusakan otak terjadi karena otak terdorong terhadap tengkorak dan menyebabkan kematian.” (id.wikipedia.org).

Menurut dokter, virus tersebut dapat masuk ketubuh penderita melalui air, udara maupun makanan, dan penanganan medisnya sangat susah jika sudah menyerang ke jaringan otak. Kasus enchepalitis lebih sering terjadi pada anak dibawah lima tahun, meski dapat juga menyerang orang yang sudah dewasa dengan  masa inkubasi 1 hingga 2 bulan.

Disalah satu rumah sakit di Purwokerto, kasus ‘radang selaput otak’ rata-rata ada satu pasien setiap minggunya, penderitanya kebanyakan anak-anak (balita).

Kepada para pembaca yang mempunyai anak balita dan belum mendapatkan vaksinasi/imunisasi encephalitis kami sarankan segera untuk berkonsultasi dengan dokter/rumah sakit demi kesehatan si buah hari. Semoga coretan kecil ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Anakku, selamat jalan.. semoga Allah SWT memberikan tempat yang lapang…

Allahumma firlahu warkhamhu wa afihi wakfuanhu, Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: